Persiapan Konten BLOG
1. Data Pribadi
2. Foto
3. Materi Pelajaran ( File Word)
4. Video Pelajaran (Vlog Selfi)
mbah arjo : matematika semakin sulit semakin asyik
Rabu, 13 Februari 2019
Rabu, 23 Agustus 2017
Susunan Acara Upacara Penerimaan Tamu Ambalan
UPACARA PENERIMAAN TAMU AMBALAN
AMBALAN RAMA - SRIKANDI
HARI KAMIS, TANGGAL 24 AGUSTUS 2017
GERAKAN PRAMUKA PENEGAK
GUGUS DEPAN 12.03.14.59 – 12.03.14.60
PANGKALAN SMK NEGERI 2 GEDANGSARI
SIAP DIMULAI
1. Pradana
memasuki lapangan upacara, langsung mengambil alih komando
2.
Pradana menjemput Pembina upacara
3.
Pemangku adat memasuki lapangan upacara
4.
Penghormatan kepada Pembina upacara
dipimpin oleh pemangku adat
5. Laporan
pemangku adat kepada Pembina upacara bahwa upacara siap dimulai
6. Penghormatan
kepada bendera merah putih, dipimpin oleh Pembina upacara
7.
Upacara adat buka :
-
Pembacaan sandi ambalan
-
Prosesi penerimaan tamu ambalan :
·
Pemangku menghadapkan perwakilan
tamu ambalan kepada pembina dan laporan
·
Tanya jawab dan penerimaan tamu
ambalan
·
Laporan pemangku ada kepada
pembina upacara bahwa penerimaan tamu ambalan telah selesai dilaksanakan
·
Pemangku adat dan perwakilan tamu
ambalan kembali ke tempat masing- masing
8.
Amanat Pembina upacara
9.
Pembacaan doa
10.
Laporan pemangku adat kepada Pembina
upacara bahwa upacara telah selesai
11.
Penghormatan kepada Pembina upacara,
dipimpin oleh pemangku adat
12.
Pembina upacara meninggalkan tempat upacara
13.
Pembubaran dipimpin oleh pemangku adat
Senin, 04 Juli 2011
POLA HIDUP SEHAT
Di dalam UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dinyatakan bahwa :
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan merupakan satu kesatuan yang utuh, teridri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial, serta kesehatan jiwa.
Derajat kesehatan masyarakat yang disebut psycho socio-somatic health well-being, merupakan sinergitas dari 4 faktor yaitu :
1. Lingkungan (environment)
2. Perilaku (behaviour)
3. Keturunan (heredity)
4. Health care service
Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance
Healt care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Dari empat faktor di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.
Pola hidup sehat, bersih, dan disiplin harus ditanamkan dalam kehidupan manusia sejak usia dini. Masa balita adalah masa emas dari masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila orang tua salah asuh maka akan berdampak buruk bagi perkembangan anak selanjutnya. Kecerdasan ibu dalam memebesarkan anak merupakan bagian penting dari jaminan untuk menuju normalnya tumbuh kembang anak.
Membangun hidup sehat menurut Nadra B. Ballcok & Lester Breslow (1985) adalah sebagai berikut :
1. Kebersihan diri
2. Cukup tidur
3. Makan 3 kali
4. Selalu sarapan
5. Berat badan ideal
6. Bergerak badan
7. Jauhi rokok, alkohol, dan narkoba.
Mendidik berarti memberikan contoh dan panutan yang benar dan konsisten. Demikian pula penerapan disiplin dengan waktu makan, tidur, istirahat yang sudah terjadwal. segala sesuatu ada waktunya. Bila sudah terbentuk kebiasaan hidup tertib dan teratur, menyimpang dari kebiasaan itu anak akan merasa risih. Dengan cara itu mesin tubuh juga dibuat terbiasa tertib kerjanya, sehingga optimal fungsinya.
Gangguan kesehatan yang dapat timbul karena menurunnya daya tahan, sebenarnya dapat dikurangi dengan penerapan prinsip-prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain yaitu :
1. Hidup serasi dengan alam ( menyadari merupakan bagian dari ekosistem alam)
2. Minum air putih (air mineral murni) minimal 2 liter per hari.
3. Konsumsi makanan bergizi baik dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
Jumlah asupan gizi dari makanan ada batas makasimum dan ada batas minimum. Kurang dari batas minimum akan berakibat kurang gizi, misal kuarng zat besi menyebabkan anemia. Melampaui batas maksimum akan menimbulkan masalah obesitas, kolesterol tinggi, asam urat tinggi (gout), dan lain-lain.
4. Memperoleh cukup sinar matahari pagi dan udara bersih dan segar.
5. Olah raga yang teratur dan terukur.
Sesorang yang mempunyai aktivitas fisik rendah mempunyai resiko dua kali lebih tinggi mengalami kematian prematur dibandingkan dengan orang dengan aktivitas fisik tinggi.
6. Bekerja dan istirahat dengan seimbang (tidur 7-8 jam dalam sehari semalam)
7. Mengendalikan emosi dan stress
Stress dapat mengakibatkan penyakit imsomnia, denyut jantung tidak teratur, dan mempertinggi resiko serangan jantung.
8. Menghindari nrokok, alkohol, dan narkoba
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan merupakan satu kesatuan yang utuh, teridri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial, serta kesehatan jiwa.
Derajat kesehatan masyarakat yang disebut psycho socio-somatic health well-being, merupakan sinergitas dari 4 faktor yaitu :
1. Lingkungan (environment)
2. Perilaku (behaviour)
3. Keturunan (heredity)
4. Health care service
Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance
Healt care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Dari empat faktor di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.
Pola hidup sehat, bersih, dan disiplin harus ditanamkan dalam kehidupan manusia sejak usia dini. Masa balita adalah masa emas dari masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila orang tua salah asuh maka akan berdampak buruk bagi perkembangan anak selanjutnya. Kecerdasan ibu dalam memebesarkan anak merupakan bagian penting dari jaminan untuk menuju normalnya tumbuh kembang anak.
Membangun hidup sehat menurut Nadra B. Ballcok & Lester Breslow (1985) adalah sebagai berikut :
1. Kebersihan diri
2. Cukup tidur
3. Makan 3 kali
4. Selalu sarapan
5. Berat badan ideal
6. Bergerak badan
7. Jauhi rokok, alkohol, dan narkoba.
Mendidik berarti memberikan contoh dan panutan yang benar dan konsisten. Demikian pula penerapan disiplin dengan waktu makan, tidur, istirahat yang sudah terjadwal. segala sesuatu ada waktunya. Bila sudah terbentuk kebiasaan hidup tertib dan teratur, menyimpang dari kebiasaan itu anak akan merasa risih. Dengan cara itu mesin tubuh juga dibuat terbiasa tertib kerjanya, sehingga optimal fungsinya.
Gangguan kesehatan yang dapat timbul karena menurunnya daya tahan, sebenarnya dapat dikurangi dengan penerapan prinsip-prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain yaitu :
1. Hidup serasi dengan alam ( menyadari merupakan bagian dari ekosistem alam)
2. Minum air putih (air mineral murni) minimal 2 liter per hari.
3. Konsumsi makanan bergizi baik dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
Jumlah asupan gizi dari makanan ada batas makasimum dan ada batas minimum. Kurang dari batas minimum akan berakibat kurang gizi, misal kuarng zat besi menyebabkan anemia. Melampaui batas maksimum akan menimbulkan masalah obesitas, kolesterol tinggi, asam urat tinggi (gout), dan lain-lain.
4. Memperoleh cukup sinar matahari pagi dan udara bersih dan segar.
5. Olah raga yang teratur dan terukur.
Sesorang yang mempunyai aktivitas fisik rendah mempunyai resiko dua kali lebih tinggi mengalami kematian prematur dibandingkan dengan orang dengan aktivitas fisik tinggi.
6. Bekerja dan istirahat dengan seimbang (tidur 7-8 jam dalam sehari semalam)
7. Mengendalikan emosi dan stress
Stress dapat mengakibatkan penyakit imsomnia, denyut jantung tidak teratur, dan mempertinggi resiko serangan jantung.
8. Menghindari nrokok, alkohol, dan narkoba
Sabtu, 02 Juli 2011
TRIK MENYEKOLAHKAN ANAK
Sekarang ini menyekolahkan anak biayanya bukannya semakin murah namun justru sebaliknya semakin mahal. Ada uang sumbangan, ada uang seragam, ada uang buku, ada biaya karya wisata, dan sebagainya. Meskipun pemerintah telah memberikan dana bantuan berupa dana BOS untuk SD dan SMP, namun rupa-rupanya hal itu tidak dapat meringankan beban biaya sekolah yang harus ditanggung oleh orang tua. Sebab ternyata masih sangat banyak biaya-biaya sekolah yang tidak bisa dibiayai oleh dana BOS dan harus tetap ditanggung oleh orang tua. Sungguh aneh bin ajaib kalau pada jaman dulu sebelum ada dana BOS sekolah di SMP harus membayar SPP sebesar Rp10.000,- per bulan, namun setelah ada dana BOS justru SPP semakin tinggi ada yang sampai Rp50.000,-
Oleh karena itu sebagai orang tua, apabila menyekolahkan anak supaya dipertimbangkan. Apabila anaknya kecerdasannya bagus biayanya ada dan akhlaqnya bagus tentu hal ini semua faktor pendidikan mendukung, maka silahkan sebagai orang tua menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Namun apabila anaknya kurang cerdas meskipun biayanya ada maka biaya yang dikeluarkan akan sia-sia apabila anak yang seperti ini disekolahkan setinggi-tingginya. Maka sebaiknya anak yang seperti ini tidak perlu disekolahkan terlalu tinggi, tetapi lebih bagus dididik keterampilan yang dapat sebagai bekal untuk mandiri. Apabila anaknya cerdas namun akhlaknya tidak baik, maka biaya yang dikeluarkan orang tua juga akan sia-sia, sebab bisa jadi biaya yang diberikan oleh orang tua hanya disia-siakan, tidak untuk bersekolah namun disalahgunakan untuk kegiatan-kegiatan maksiat. Apabila anaknya cerdas, akhlaknya baik namun kalau orang tua tidak mampu membiayai, maka anak seperti ini lebih baik dimasukkan ke pondok pesantren sehingga dapat menjadi ustad atau ustadzah yang dapat memperjuangkan agama.
Jadi sebagai orang tua apabila akan menyekolahkan anaknya sebaiknya dipertimbangkan setidak-tidaknya 3 faktor yaitu : kecerdasan, akhlak, dan biaya.
Semoga bermanfaat. Aamiin..........
Oleh karena itu sebagai orang tua, apabila menyekolahkan anak supaya dipertimbangkan. Apabila anaknya kecerdasannya bagus biayanya ada dan akhlaqnya bagus tentu hal ini semua faktor pendidikan mendukung, maka silahkan sebagai orang tua menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Namun apabila anaknya kurang cerdas meskipun biayanya ada maka biaya yang dikeluarkan akan sia-sia apabila anak yang seperti ini disekolahkan setinggi-tingginya. Maka sebaiknya anak yang seperti ini tidak perlu disekolahkan terlalu tinggi, tetapi lebih bagus dididik keterampilan yang dapat sebagai bekal untuk mandiri. Apabila anaknya cerdas namun akhlaknya tidak baik, maka biaya yang dikeluarkan orang tua juga akan sia-sia, sebab bisa jadi biaya yang diberikan oleh orang tua hanya disia-siakan, tidak untuk bersekolah namun disalahgunakan untuk kegiatan-kegiatan maksiat. Apabila anaknya cerdas, akhlaknya baik namun kalau orang tua tidak mampu membiayai, maka anak seperti ini lebih baik dimasukkan ke pondok pesantren sehingga dapat menjadi ustad atau ustadzah yang dapat memperjuangkan agama.
Jadi sebagai orang tua apabila akan menyekolahkan anaknya sebaiknya dipertimbangkan setidak-tidaknya 3 faktor yaitu : kecerdasan, akhlak, dan biaya.
Semoga bermanfaat. Aamiin..........
Langganan:
Komentar (Atom)